

Mengetahui cara ternak ayam petelur yang tepat akan membantu peternak pemula mendapatkan keuntungan. Terdapat berbagai faktor yang perlu diperhatikan, misalnya lokasi kandang dan bibit ayam.
Anda perlu memahami bagaimana memilih lokasi kandang serta bibit ayam yang benar. Ini demi menekan risiko kegagalan dan kerugian. Untuk informasi lebih lengkap, simak panduan berikut ini!
Untuk mendapatkan keuntungan yang besar serta meminimalkan kerugian, sebaiknya pahami cara beternak yang tepat untuk ayam petelur di bawah ini:
Anda bisa mengawali ternak ayam petelur dengan merencanakan hal-hal penting seperti modal ternak, cara pemasaran, hingga skala bisnisnya. Perkembangan ternak pun dapat lebih mudah dipantau jika terdapat perencanaan bisnis yang matang.
Sebagai gambaran, rencanakan beternak 50 hingga 100 bibit ayam terlebih dahulu. Bibit ayam petelur kisaran harganya mulai dari Rp7 ribu–Rp15 ribu. Sementara itu, harga pakan berkisar Rp300 ribu–Rp500 ribu per karung (isi 50 kg).
Mengetahui kisaran harga tersebut membantu Anda memperkirakan budget yang aman ketika merencanakan bisnis peternakan.
Lokasi kandang menjadi faktor yang tidak boleh Anda lewatkan dan diperhitungkan dengan cermat. Sebaiknya, pilih lokasi yang jauh dari perumahan warga. Sebab, kandang ayam akan menimbulkan bau kotoran tidak sedap.
Selain itu, terdapat risiko penularan penyakit seperti flu burung yang patut diperhatikan. Jadi, pilih lokasi ideal yang tetap dan jauh dari perumahan warga. Namun, masih bisa Anda jangkau dengan mudah agar bisa merawat ayam dengan teratur.
Cara ternak ayam petelur berikutnya adalah memilih jenis kandang untuk ayam petelur. Tersedia dua opsi kandang, yakni kandang koloni serta kandang baterai.
Pada kandang koloni, satu kandang dapat memuat seluruh ayam karena ukurannya besar. Strukturnya yang sederhana membuat kandang koloni cocok digunakan untuk ternak ayam petelur. Adapun kandang baterai akan membuat pengumpulan telur lebih praktis.
Bibit ayam petelur terdiri dari dua jenis, yaitu ayam petelur cokelat dan putih. Ayam petelur cokelat berbulu dan bertelur warna cokelat. Bobotnya saat dewasa adalah 2,1 kg.
Lalu, untuk ayam petelur putih berbulu putih dan bertelur putih kecokelatan. Bobot ayam tersebut saat dewasa mencapai 1,7 kg. Selain jenisnya, lihat kondisi bibit agar tahu keesehatannya.
Bibit ayam petelur yang sehat bulunya menutup rata dan tidak cacat. Pertumbuhannya pun harus normal. Pastikan juga Anda membeli dari penjual bibit terpercaya.
Pakan ayam petelur bervariasi, bisa tepung ikan, dedak, hingga jagung giling. Anda bisa mengombinasikannya agar terdapat unsur karbohidrat, protein, hingga vitamin yang lengkap. Pastikan porsi pakan cukup agar mendukung produktivitas ayam.
Kemudian, beri bibit ayam campuran gula dan anti stres untuk minum pada masa awal beternak. Campuran tersebut akan membantu ayam tenang dan beradaptasi dengan cepat di lingkungan baru.
Campurkan vaksin pada pakan secara langsung untuk menjaga vitamin dan nutrisi ayam petelur. Daya tahan tubuh ayam pun akan terjaga dengan baik melalui vaksinasi yang rutin. Anda juga perlu cek kesehatan ayam secara teratur agar dapat cegah penyakit lebih dini.
Untuk memberikan lingkungan yang sehat bagi ayam, Anda perlu membersihkan kandang secara rutin. Bila kandang bersih, Anda dapat mencegah kemunculan bibit penyakit serta bau tidak sedap yang mengganggu.
Tujuh panduan mengenai cara ternak ayam petelur tersebut semoga bisa membantu Anda yang ingin memulai usaha ternak ayam. Apabila ingin mendapatkan produk telur ayam berkualitas, pastikan hanya percaya pada Indofarm.
Indofarm memiliki telur ayam segar dan sehat yang bebas dari Salmonella. Ayam berasal dari peternakan berstandar kesehatan tinggi. Buktikan sendiri dengan menghubungi Indofarm untuk mendapatkan telur kualitas terbaik!