

Telur ayam merupakan salah satu bahan pangan yang penting dan sangat umum digunakan oleh masyarakat, baik untuk dimasak sebagai makanan utama maupun sebagai bahan tambahan dalam berbagai resep kuliner. Hal ini pula yang membuat peternakan ayam banyak ditemui di berbagai daerah. Namun, tahukah Anda berapa umur ayam petelur yang ideal untuk produksi secara optimal?
Artikel kali ini akan membahas tentang berbagai fase pertumbuhan ayam petelur, umur ayam yang siap produksi, bagaimana saja cara mengoptimalkan produksi telur, hingga apa pengaruh usia ayam terhadap kualitas telur. Simak selengkapnya!
Ayam petelur adalah jenis ayam betina yang memang dipelihara untuk dimanfaatkan hasil telurnya, berbeda dengan ayam pedaging yang dimanfaatkan untuk diambil dagingnya.
Dalam pemeliharaan ayam petelur pada umumnya, ada tiga fase pertumbuhan berdasarkan umur ayam petelur, berikut penjelasanya.
Fase permulaan atau starter dimulai ketika ayam berusia 0 sampai 8 minggu. Selain itu, ada pula yang menghitung fase ini mulai dari usia 0 sampai 6 minggu.
Fase pertumbuhan atau grower, yakni terjadi pada umur 8 sampai 20 minggu, ada pula yang menghitungnya dari usia 6 hingga 18 minggu. Dalam fase ini, ayam perlu dipelihara dengan kontrol yang ketat, termasuk pemberian pakannya.
Hal ini menjadi sangat penting supaya berat badan ayam tetap ideal, sehingga siap menuju fase selanjutnya secara optimal.
Terakhir, ada fase laye yakni ketika ayam sudah memasuki usia 20 minggu dan seterusnya, serta ada pula yang menghitungnya sejak usia 18 minggu. Dalam fase ini, ayam petelur harus mencapai berat badan yang ideal agar bisa melakukan proses perkembangan seksual dengan baik.
Sesuai dengan pembahasan sebelumnya tentang fase pertumbuhan ayam petelur, maka dapat terlihat bahwa ayam sudah mencapai usia dewasa dan siap bertelur ketika memasuki minggu ke-18.
Lalu, mungkin saja Anda juga bertanya berapa lama ayam petelur bertelur dan seberapa banyak telur yang bisa dihasilkan. Mulai dari usia tersebut, ayam bisa memproduksi telur hingga 500 butir dalam waktu 100 minggu atau 700 hari.
Setelah ayam petelur mencapai usia yang sudah tidak produktif lagi, yakni kisaran 20 hingga 22 bulan, maka ayam tersebut dapat dimanfaatkan sebagai ayam potong dan diambil dagingnya. Kandang ayam pun dapat dibersihkan untuk persiapan memelihara ayam petelur yang baru.
Ketika mencapai umur ayam petelur yang berada di puncak produktivitas, maka perlu diperhatikan berbagai cara perawatannya, supaya produk telur dapat lebih optimal. Misalnya, dengan langkah perawatan ayam berikut ini.
Program pemberian pakan perlu sangat diperhatikan, mulai dari kualitas pakan yang digunakan hingga waktu pemberian pakan tersebut. Pemberian pakan yang baik yakni dua kali dalam sehari.
Selanjutnya, perhatikan juga bobot ayam petelur. Jika ada yang bobotnya tidak standar, maka Anda perlu melakukan penundaan waktu untuk memproduksi telur.
Anda juga bisa menyimak berbagai informasi lebih detail terkait panduan cara ternak ayam petelur dalam artikel berikut ini.
Kualitas dari telur ayam dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari pakan yang diberikan, perawatan di setiap fase pertumbuhan, hingga usia ayam petelur. Ayam yang sudah mulai memasuki usia kurang produktif, maka kualitas dan kuantitas telurnya dapat menurun.
Itulah berbagai penjelasan tentang usia ayam yang ideal untuk menghasilkan telur, termasuk fase perkembangan ayam petelur dan pengaruh umur terhadap kualitas telur.
Ternyata, memperhatikan umur ayam petelur juga penting jika ingin mendapat telur kualitas terbaik. Namun tenang saja, Anda bisa mendapatkan telur segar berkualitas tinggi dari Indofarm, kunjungi laman produk untuk melihat berbagai variasinya. Silakan langsung hubungi kami untuk pemesanan atau pertanyaan lebih lanjut, serta simak juga blog kami.